Yogyakarta dan Hluboka nad Vltavou Jalin Kerja Sama Sister City untuk Tingkatkan Pariwisata dan Ekonomi

Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta resmi menjalin kerja sama kota bersaudara (sister city) dengan Pemerintah Kota Hluboka nad Vltavou, Republik Ceko. Kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat layanan publik, terutama dalam bidang promosi wisata, budaya, UMKM, pendidikan, serta kepemudaan.

Langkah awal kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) oleh Pj Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo, dan Wali Kota Hluboka nad Vltavou, Tomas Jirsa, pada 20 Mei 2024. Sebagai tindak lanjutnya, pada hari Senin, 03 Maret 2025, Komisi B DPRD Kota Yogyakarta mengadakan audiensi dengan Bagian Perekonomian dan Kerja Sama Sekretariat Kota Yogyakarta guna merancang implementasi konkret dari kesepakatan ini.

Menurut Plt. Kepala Bagian Perekonomian dan Kerja Sama Daerah Kota Yogyakarta, Putut Purwandono, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Yogyakarta sebagai destinasi wisata global. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata juga diharapkan mengalami kenaikan signifikan. "Salah satu strategi membangun jaringan internasional adalah melalui konsep sister city," ujar Putut.

Beberapa program yang akan dijalankan dalam kerja sama ini antara lain peliputan media televisi, pertukaran budaya, pengenalan produk UMKM lokal, serta promosi kampung wisata berbasis budaya. Selain itu, akan dibuat berbagai materi promosi seperti situs web khusus, buku panduan perjalanan, ensiklopedia kampung wisata, serta buletin dwibahasa. Bahan promosi ini akan didistribusikan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), hotel-hotel, serta jejaring internasional lainnya.

Komisi B audiensi dengan Bagian Perekonomian dan Kerjasama Sekretariat Kota Yogyakarta

Anggota Komisi B DPRD Yogyakarta, Fajar Kurniawan, menyoroti keberadaan Rumah Ceko di Dipowinatan yang telah diresmikan sejak 2006 namun belum memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya kerja sama ini, ia berharap sinergi antara kedua kota dapat mendorong perkembangan sektor pariwisata Yogyakarta, terutama di 25 kampung wisata yang dimiliki kota ini.

I Dewa Putu Adhi Yogana, anggota Komisi B lainnya, menambahkan bahwa pengembangan pariwisata di Yogyakarta perlu dikemas dengan baik. Salah satu upayanya adalah menggandeng mahasiswa program pertukaran pelajar dari Ceko untuk mempelajari dan mempromosikan budaya lokal. Dengan begitu, saat mereka kembali ke negaranya, mereka dapat menyebarkan informasi tentang keunikan dan daya tarik wisata Yogyakarta.

Sementara itu, anggota Komisi B, Oleg Yohan, menegaskan bahwa tujuan utama kerja sama sister city ini adalah memperkenalkan Yogyakarta secara lebih luas melalui berbagai media internasional. Salah satu strateginya adalah menayangkan video promosi di televisi luar negeri. Selain itu, peran pemandu wisata lokal juga akan dimaksimalkan melalui kerja sama dengan Dinas Pariwisata agar pengalaman wisatawan di Yogyakarta semakin menarik dan berkesan.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan Yogyakarta semakin dikenal sebagai kota budaya dan wisata unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara serta memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. (sn)