Strategi Efisiensi Anggaran Nasional: Tantangan dan Respons Pemerintah

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 yang menargetkan penghematan anggaran sebesar Rp 306,7 triliun. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pengelolaan keuangan negara yang lebih efisien di tengah tantangan ekonomi global serta meningkatnya kompleksitas kebutuhan nasional.

Efisiensi anggaran menjadi isu strategis yang harus dihadapi oleh pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Salah satu tantangan utama adalah bagaimana mengalokasikan anggaran secara optimal untuk program-program yang sudah berjalan serta memastikan strategi efisiensi diterapkan secara efektif tanpa mengurangi kualitas layanan publik.

Dalam rangka mendiskusikan langkah-langkah konkret terkait efisiensi anggaran, RBTV mengadakan sebuah talkshow bertajuk TV Swara Kota mengangkat tema *Efisiensi Anggaran Nasional: Respon dan Siasat Pemkot Jogja*. Acara ini menghadirkan beberapa narasumber kompeten, yaitu RM. Sinarbiyatnujanat, S.E., Wakil Ketua I DPRD Kota Yogyakarta, Raden Roro Andarini, S.E., M.Si., dari BPKAD Kota Yogyakarta, serta Oleg Yohan, Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Yogyakarta.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber membahas berbagai strategi yang dapat diterapkan oleh pemerintah daerah dalam menyikapi kebijakan efisiensi anggaran. Mereka juga mengulas dampak dari kebijakan ini terhadap pembangunan daerah serta bagaimana memastikan program prioritas tetap berjalan secara optimal.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perbincangan tersebut, simak tayangan lengkapnya melalui kanal YouTube di bawah ini. (sn)